Postingan

Kado Natal Dari Mama & Bapa Yang Menyesakan Dada

Gambar
Kado Dari Mama & BAPA Di Pinggiran Tapal Batas Sota Merauke - PNG || Sebuah Pelajaran Tentang Kesederahanaan, Komitmen dan Kesetiaan pada Panggilan Pelayanan Hingga Melewati setengah Abad Perjalanan Kehidupan Di Dunia. ( Sota/25/12/2019) T erimakasih untuk kado natal hari ini yang sangat cantik dan sangat indah mama. Sebuah nenas segar yang engkau petik langsung dari tangkainya dan antar ketika saya akan kembali ke kota merauke. Rasa hancur terharu seketika namun saya harus menahan sesak itu hingga di kamar penginapan sini, dan saya bisa melepaskan semuanya sambil menulis ini. Disini, ditempat kalian berada memang  tidak ada yang istimewah. Hanya ternak, hasil kebun dan anak-anak cucu kalian yang kalian peliahara dengan cinta. Dan saya tahu nenas itu juga bukan apa-apa mama. Saya hanya terharu dan  sesak  ketika engkau sedikit bingung saat saya berpamitan dan mau kembali kekota. Engkau menyuruhku bersabar, dan saya pun menunggu. ke...

Pemberitahuan Resmi Panitia Kongres Perdana Pembentukan Organisasi Alumni UNCEN tentang Kepastian Pelaksanaan Kongres Perdana Alumni Uncen Tahun 2019.

Gambar
Bapak/ibu/sdr/I Alumni UNCEN yang terkasih, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua....! Ijinkan kami Panitia Penyelenggara Kegiatan Seminar dan Kongres Perdana menyampaikan beberapa pokok pemikiran terkait dengan polemik kepastian pelaksanaan kegiatan Kongres dimakasud diatas sebagai berikut;

18 TAHUN OTSUS PAPUA, SIAPA, KAPAN dan DIMANA KITA AKAN MENCIPTAKAN SDM PAPUA YANG UNGGUL

Gambar
Refleksi  POSISI SEMINAR NASIONAL DALAM KONGRES PERDANA ALUMNI UNCEN 2019. || Jayapura/14/12/2019 Otsus (Otonomi Khusus) sebentar lagi mau berakhir, tong masih bergumul atau tepatnya lagi belum berhasil benahi lembaga pendidikan yang maju, berkualitas dan didalamnya   memiliki tenaga pendidik (dosen) yg minimal berpendidikan S-3, atau masalah lagi tentang tenaga dokter spesialis yg mencukupi kebutuhan pelayanan kesahatan di Papua atau lain lagi menghadirkan laboratorium-laboratorium berstandar terbaik   dan lain-lain   sebagainya. Melihat situasi ini, Pertanyaan penting yg perlu kita refleksikan adalah KAPAN, DIMANA dan SIAPA yg harus memulai untuk berfikir dan mengurus semua masalah itu...? KAPAN....???? Kapan kita mulai berfikir dan bertindak untuk mengurus masalah yg sa sebut diatas? Kapan kita menciptakan tenaga pendidik berkualitas, kapan tong bangun laboratorium berstandar nasional atau bahkan Internasional? Kapan tong mau adakan/lahi...

Apresiasi dan Catatan Saya Untuk MUSREMBANG Otsus Papua

Gambar
Belajar Dari Musrembang Otsus 2019 || Ketika Aktivis Pemuda Ikut Berbicara Apresiasi saya yang tulus kepada kakanda Jull Eddy Way untuk kesempatan berharga dan istimewah sekaligus menantang yang diberikan kepada saya ini kk.   Saya sebut ini cukup menantang karena saya terlahir belajar berbicara/berorasi dijalanan, dan kini saya di beri ruang dan kesempatan berbicara dalam forum yg didalamnya diikuti oleh seluruh OPD pembuat perencanaan (BAPPEDA) Provinsi, termasuk beberapa OPD terkait lainya dari provinsi hingga kab./kota se Papua yang hadir mengikuti Musrembang Otsus k e- III tahun 2019.

Saya Masih Waras! Menolak sikap saling Mem'Pendatang'kan Sesama OAP dengan sebutan Pendatang/bukan Orang Asli diseluruh Wilayah ADAT Papua [Sorong - Samarai]

Gambar
 . Tulisan ini saya buat untuk menjawab beberapa pertanyaan/sorotan yang ditujukan kepada saya beberapa waktu kemarin ketika saya dilibatkan oleh Masyarakat Adat kabupaten Keerom melalui Dewan Adat Keerom guna memperjuangkan pelantikan wakil bupati Kabupaten Keerom yang mengalami penundaan hampir setahun lebih. Sebagian narasi saya juga disini mengungkapkan keprihatinan saya akan adanya  pergeseran persepsi diantara kalangan aktivis pemuda Papua, khususnya aktivis pemuda (bukan yang bergelut dengan perjuangan politik Papua) ketika bicara persatuan ke’Papua’an saat ini. Selain hal diatas, diawal sini saya juga perlu sampaikan bahwa saya menulis ini bukan untuk menyerang   atau   untuk membangun sebuah permusuhan dengan saudara-saudara kita yang datang dari luar Papua (pendatang), tetapi saya lebih kepada upaya mengingatkan kita semua agar dapat berpikir dan bertindak sopan, saling menghormati antara sesama Papua (OAP-pemilik tanah Air Papua), sesama Pendatang (N...

MEMANTIK API KONFLIK DI PAPUA UNTUK MEMBAKAR JAKARTA

Gambar
Oleh :  Marinus Yaung, Dosen Univ. Cenderawasih Papua Rentetan kejadian dalam bulan Februari dari peristiwa drama OTT oleh KPK di hotel Borobudur Jakarta dengan target utama pejabat teras Papua yang gagal namun berbuntut hukum yang panjang, Tekanan dari pihak keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya kepada teman - teman aktivis kemanusian yang bekerja di tempat pengungsian sementara masyarakat Nduga korban konflik kekerasan senjata di lokasi pengungsian Sinakma untuk segera membubarkan camp pengungsi tersebut, dan dalam waktu yang bersamaan, Dewan Gereja Dunia mengirim delegasinya ke Papua untuk memantau, memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan Hak Asasi Manusia ( HAM ) di Papua. Pasca kunjungannya, muncul berita dari media online di luar Papua bahwa kelompok separatis Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga yang sedang dikejar pihak militer untuk diminta pertanggungjawabnya atas pembantaian pekerja jalan trans Papua awal Desember 2018, mengeluarkan ancaman akan membunuh lebih bany...

MEMBONGKAR " ORANG KUAT " DI BALIK JAFFAR UMAR THALIB ( JUT ) DI KABUPATEN KEEROM PAPUA

Gambar
Oleh :  Marinus Yaung, Dosen Universitas Cenderawasih Papua Ada percikan api konflik SARA kecil hari ini dari sebuah desa bernama desa Koya Barat di pinggiran Kota Jayapura. Dalam bacaan saya secara teoritis, Api konflik ini akan membesar dan melebar kemana - mana karena NEGARA secara terstruktur,sistematis, dan masif ada di balik keberadaan Jaffar Umar Thalib ( JUT ) Pimpinan Laskar Jihad di Arso Kabupaten Keerom Papua yang diduga terlibat dalam kekerasan di koya barat ini.