Apresiasi dan Catatan Saya Untuk MUSREMBANG Otsus Papua

Belajar Dari Musrembang Otsus 2019 || Ketika Aktivis Pemuda Ikut Berbicara



Apresiasi saya yang tulus kepada kakanda Jull Eddy Way untuk kesempatan berharga dan istimewah sekaligus menantang yang diberikan kepada saya ini kk.  
Saya sebut ini cukup menantang karena saya terlahir belajar berbicara/berorasi dijalanan, dan kini saya di beri ruang dan kesempatan berbicara dalam forum yg didalamnya diikuti oleh seluruh OPD pembuat perencanaan (BAPPEDA) Provinsi, termasuk beberapa OPD terkait lainya dari provinsi hingga kab./kota se Papua yang hadir mengikuti Musrembang Otsus ke- III tahun 2019.
Ketika mendapatkan ruang berbicara di depan para perencana (BAPPEDA) tingkat provinsi hingga kab/kota, juga kepala-kepala  OPD terkait Otsus  dari provisi hingga ke tingkat kab./kota se-Papua ini saya merasa sebuah penghargaan, tetapi sakaligus juga merupakan tantangan intelektual bagi seorang aktivis jalanan seperti kami. 
Dalam posisi lain, Saya hanya aktivis pemuda jalanan biasa, namun dalam posisi itu, perpektif aktivis jalanan terkait tema kegiatan yakni; "EKSPETASI OTSUS, SUATU TINJAUAN EMPIRISME ANTARA RELITAS DAN OBSESI BARU" mendapat kesempatan untuk saya presentasikan dalam forum terhormat dan bergengsi ini.
Ini sebuah terobosan yg baik dan patut di pertahankan dan kalau perlu dilakukan juga di seluruh kab./kota di Papua dalam forum-forum Musrembang. Alasanya sederhana bahwa, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (MUSREMBANG OTSUS)  itu dilakukan dalam rangka menentukan dan memutuskan arah kebijakan pembangunan dan  anggaran bagi masyarakat Papua kedepan. Yang berikut bicara perencanaan esensinya adalah kita memutuskan sekarang apa yg akan lakuķan esok. Setiap keputusan yg dilakukan demi untuk kepentingan masyàrakat esok perlu melibatkan kelompok muda/aktivis karena banyak informasi, perspektif, yg berbeda dapat diperoleh dengan mudah.
Aktivis pemuda memiliki posisi strategis untuk itu karena selain memberikan informasi dan perspektif yg berbeda, mereka adalah penerus estafet kepemimpinan di kemudian hari. Setiap keputusan yg dibuat sekarang dalam rangka perencanaan kebijakan pembangunan dan anggaran tersebut harus melalui sebuah pematangan yg didalamnya berbagai elemen masyarakat terlibat, termasuk elemen aktivis pemuda tadi.
Kira-kira  demikian rekomendasi pemikiran sekaligus apresiasi saya terhadap forum yg baru saja kami lewati kemarin.
Akhirnya, kepada kk Eddy Way, S.Sos, sang kreator Seminar Otsus ke-3 tahun 2019, saya sampaikan Terimakasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi buat kaka untuk kesempatan ini, sekaligus buat bimbingan & arahan bagi kami adik-adik  selama ini.



Salam..

Benyamin Gurik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memimpin Papua Dengan Data, Bukan Insting

Peta Politik Nasional Berubah, Mathius Fakhiri & Aryoko Rumaropen Layak Pimpin Papua saat ini.

Duka Yang Tidak Perlu di Papua.