Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

MEMANTIK API KONFLIK DI PAPUA UNTUK MEMBAKAR JAKARTA

Gambar
Oleh :  Marinus Yaung, Dosen Univ. Cenderawasih Papua Rentetan kejadian dalam bulan Februari dari peristiwa drama OTT oleh KPK di hotel Borobudur Jakarta dengan target utama pejabat teras Papua yang gagal namun berbuntut hukum yang panjang, Tekanan dari pihak keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya kepada teman - teman aktivis kemanusian yang bekerja di tempat pengungsian sementara masyarakat Nduga korban konflik kekerasan senjata di lokasi pengungsian Sinakma untuk segera membubarkan camp pengungsi tersebut, dan dalam waktu yang bersamaan, Dewan Gereja Dunia mengirim delegasinya ke Papua untuk memantau, memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan Hak Asasi Manusia ( HAM ) di Papua. Pasca kunjungannya, muncul berita dari media online di luar Papua bahwa kelompok separatis Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga yang sedang dikejar pihak militer untuk diminta pertanggungjawabnya atas pembantaian pekerja jalan trans Papua awal Desember 2018, mengeluarkan ancaman akan membunuh lebih bany...

MEMBONGKAR " ORANG KUAT " DI BALIK JAFFAR UMAR THALIB ( JUT ) DI KABUPATEN KEEROM PAPUA

Gambar
Oleh :  Marinus Yaung, Dosen Universitas Cenderawasih Papua Ada percikan api konflik SARA kecil hari ini dari sebuah desa bernama desa Koya Barat di pinggiran Kota Jayapura. Dalam bacaan saya secara teoritis, Api konflik ini akan membesar dan melebar kemana - mana karena NEGARA secara terstruktur,sistematis, dan masif ada di balik keberadaan Jaffar Umar Thalib ( JUT ) Pimpinan Laskar Jihad di Arso Kabupaten Keerom Papua yang diduga terlibat dalam kekerasan di koya barat ini. 

Surat Untuk Bapak Jokowi

Gambar
"SAVE Gubernur Papua - Lukas Enembe Dari Teror, Intimidasi dan Kriminalisasi" Benyamin Gurik  memulai petisi ini kepada  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Yang Mulia  Presiden Republik Indonesia - Bapak Ir. H. Joko Widodo,  Ijinkan Saya Benyamin Gurik (Aktivis Pemuda), Bersama rakyat Indonesia di Provinsi Papua untuk menyampaikan apresiasi, tapi juga keresahan dan kekuatiran kami rakyat Papua atas keamanan dan kenyamanan Gubernur Papua -  bapak Lukas Enembe, S.IP, MH setelah adanya insiden Hotel Borobudur beberapa waktu kemarin sebagai berikut;

HILANGNYA KRITIK KEPADA KINERJA DUA PENYIDIK KPK YANG KONYOL, AMATIRAN, ANGKUH DAN MEMALUKAN.

Oleh :  Benyamin Gurik Saya ingin berbagai rasa ketidaknyamanan saya sedikit, seputar polemik yang berkembang belakangan pasca “Insiden Hotel Borobudur” antara KPK vs Pemerintah Papua, yang sampai hari ini perkaranya masih bergulir di Kepolisian Metro Jaya – Jakarta Pusat. Saya sebut saya merasa tidak nyaman karena paska insiden hotel Borobudur tanggal 2 Februari 2019 kemarin, diantara kita sesama manusia yang ada di Papua terbelah menjadi dua kelompok. Timbul perdebatan dalam berbagai diskusi di berbagai ruang.