Gubernur Papua Harus Segera Mengevaluasi Penyaluran Bantuan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid -19/Corona Virus Di Papua.
Pandemik ini di prediksi banyak pakar Epidemologi Indonesia masih akan panjang Sampai Oktober 2020|| Gubernur Papua Baiknya Segera Mengevaluasi Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid -19/Corona Virus Di Papua Bersama Para Kepala Daerah dan Pihak Terkait lainya yang berkompeten di Papua.
Organisasi Pengelola dan penyalur bantuan pemerintah provinsi Papua dalam
rangka penanggulangan dampak akibat Pandemi Corona Virus/COVID -19 di Papua sebaiknya di
evaluasi pelaksanaanya maupun para pihak yang melakukan penyaluran di Lapangan saat
ini. Hal ini penting dilakukan guna
meninjau sejauh mana keberhasilan ataupun sejumlah kendala dilapangan termasuk para pihak yang mengelola dan
menyalurkan bantuan dimaksud agar dapat menjadi bahan masukan yang baik bagi
efektifitas pelaksanaan penyaluran bantuan kedepan.
Seperti kita ketahui saat ini,
bantuan Pemerintah Provinsi maupun
kabupaten/kota terdampak pandemic corona virus terlihat tumpang-tindih, banyak
terjadi pendobolan dan ada Sebagian masyarakat terdampak yang sama sekali tidak
tersentuh karena luput dari perhatian atau juga karena ketidakjelasan akan
menjadi tanggungjawab siapa.
Pemerintah baik provinsi maupun
kabupaten/kota se Papua yang terdampak pandemic corona sebaiknya duduk satu
meja dan mengevaluasi pelaksanaan bantuan yang sudah disalurkan,
mengidentifikasi tanggungjawab masing-masing secara jelas dan tuntas agar
jangan ada masyarakat yang menjadi korban karena kelalaian pemerintah dalam
melakukan mapping, pendataan maupun pembagian tanggungjawab dimaksud.
Dari pengamatan kami dilapangan,
kami mendorong penyaluran bantuan yang
dilakukan oleh pemerintah provinsi sebaiknya dibawah satu Lembaga/badan yang didalamnya perlu ada keterlibatan bukan
saja pihak pemerintah namun juga dari kelompok akademisi, Tokoh masyarakat atau
LSM dan di SK-kan oleh Gubernur Papua.
Kita semua tidak tau pandemic ini
akan berakhir kapan di Papua. Untuk Indonesia saja, banyak pakar epidemologi
memprediksi pandemic ini masih akan bertahan lama. Di Jawa Timur misalnya, sejumlah
ahli epidemologi dari FK UNAIR telah merekomendasikan diberlakukanya PSBB
berskala luas di seluruh daratan Pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Itu artinya,
pembatasan aktivitas berskala besar (PSBB) yang diberlakukan disana akan
berdampak sampe ke Papua. Semua pusat produksi barang makan, minum pakai dan
lain sebagainya di Papua yang bergantung dari Jawa akan ikut terganggu. Dan
karenaya, dalam pengurusan atau penanganan terkait dampak pandemic di masyarakat Papua tidak bisa di urus terpisah-pisah seperti yang
sedang dilakukan saat ini. Juga tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah atau
beberapa OPD semata.
Pemerintah memiliki tanggugjawab
luas mengurus segala hal terkait Pendidikan, Kesehatan, ekonomi, infrastruktur
serta sector-sektor lainya di Papua. Konsentrasi mengatasi pandemic ini harus
melibatkan masyarakat luas seperti disebutkan diatas. Kepala-kepala OPD dan
pejabat eselon baiknya berkonsentrasi jalankan tugas-tugas utama mengejewantahkan visi-misi Gubernur-wakil
Gubernur Papua untuk mewujudkan Papua
Bangkit Mandiri dan sejahtera yang berkeadilan Jilid II.
Sangat tidak elok menyaksikan
para pimpinaan OPD di pemerintah Papua berlomba mengejar jatah anggaran untuk
mengurus makan minum warga yang terdampak pandemic corona. Seperti disebutkan
diatas tadi, akibat harus memenuhi target membelanjakan uang yang sudah dilobi,
para pejabat eselon sampai pimpinan OPD
bukanya focus pada tugas-tugas pemerintahan tapi justeru rame-rame mau jadi
pahlawan jalankan tugas diluar dari tupoksinya. Padahal kita semua ketahui
tugas utama pejabat eselon atau pimpinan OPD itu melaksanakan tugas
pemerintahan sesuai bidang masing-masing dalam rangka melaksanakan visi-misi kepala
daerah yang mengangkat/melantik mereka.
Tugas melayani masyarakat
terdampak pandemic COVID-19 atau Corona Virus baiknya tidak diserahkan terpisah-pisah
kepada pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Papua. Kami menyaksikan sendiri
dilapangan banyak terjadi pendobelan penerima manfaat, data tidak akurat, dan
banyak juga yg terdampak tapi tidak terlayani karena merka bingung harus
berhubungan ke instansi mana. Disini kami garis bawahi perlu keterlibatan semua stakeholder dalam menangani pandemic ini.
Didalamnya perlu ada perwakilan masyarakat, akademisi, dan atau juga LSM dan di
SK kan oleh Gubernur agar pelaksanaan penyaluran bantuan kepada masyarakat
terdampak tepat sasaran, tidak tumpang tindih
atau saling lempar tanggungjawab hingga mengakibatkan ada sebagian masyarakat
tidak terurus di kemudian hari.
Dalam edaran mendagri jelas
disebutkan perlu ada partisipasi masyarakat dalam penanganan pandemic corona.
Tapi sampai hari ini yang kami lihat justeru monopoli pimpinan OPD dalam
membelanjakan uang rakyat memborong bahan Mananan di Toko/supermarket atau
grosir dan menyalurkan ke masyarakat seolah ini bantuan OPD tertentu padahal semua
ini dari bantuan Provinsi. Bukan bantuan kepala OPD tertentu.
Semoga para pihak yang berkompeten bisa melihat dan jika dimungkinkan dapat mengkaji masukan kami ini sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan pelayanan kepada masyarakat terdampak pandemik Corona Virus Di Papua.
Tuhan Memberkati.
(Aktivis Pemuda, Kini Terlibat Juga Sebagai Relawan Corona Papua di Jayapura)
-------------------------------------
Berikut Beberapa Link Berita yang Baiknya dibaca terkait masa pandemik Corona Di Indonesia sebagai referensi Tambahan;
- Ahli: Jangan Longgarkan PSBB, Jangan Mimpi Pandemi Berakhir Juni https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/13/110300123/ahli-jangan-longgarkan-psbb-jangan-mimpi-pandemi-berakhir-juni
- Kembali Mundur, Wabah Corona di Indonesia Diprediksi Berakhir 28 Oktober -https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5011553/kembali-mundur-wabah-corona-di-indonesia-diprediksi-berakhir-28-oktober