Memimpin Papua Dengan Data, Bukan Insting
Menghadirkan Wajah Pemimpin di Hadapan Masalah: Belajar Dari Gaya Kepemimpinan Komjen Pol. (Purn.) Mathius D. Fakhiri - Oleh: Gurik Benyamin
Dalam ilmu kebijakan publik, seorang kepala daerah dituntut untuk merumuskan kebijakan yang tepat, terukur, dan berbasis data riil (evidence-based policy). Kebijakan publik tidak boleh lahir hanya dari intuisi sesaat atau dorongan insting politik semata. Ia harus melalui proses ilmiah, legal, terstruktur, dan sistematis bersumber dari data riil di lapangan.
Agar
setiap program kerja tepat sasaran, pemimpin harus mampu mengidentifikasi akar
masalah dengan presisi tinggi secara langsung, lalu mengintegrasikannya ke
dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Jika seorang kepala daerah hanya
memilih duduk di ruang ber-AC dan menerima laporan di balik meja, program yang
disusun rawan keliru, bias, bahkan melenceng dari kebutuhan nyata masyarakat.
*Analogi Dokter dan Pasien: Mengapa Pemimpin Harus Hadir?
Sebuah analogi sederhana: "Ko sakit batuk, tidak mungkin ko kirim orang lain pergi ke dokter untukminta obat toh?" Dokter mungkin saja menitipkan obat melalui orang tersebut, tetapi belum tentu obat itu menyembuhkan. Supaya pulih/sembuh, pasien dan dokter harus bertemu langsung. Dokter perlu melihat wajah pasien, berdialog tentang gejala yang dirasakan, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Melalui pertemuan langsung itu, dokter bisa menganalisis apakah batuk tersebut hanya batuk biasa, atau jang sampe bagian dari gejala paru-paru basah atau TBC. Intinya, wajah pasien dan wajah dokter harus bertemu.
Demikian
pula sa pikir dalam konteks pembangunan di Papua. Dokter nih ibarat gubernur
atau bupati, sedangkan pasien adalah masalah pembangunan. Jika pemimpin (kepala
daerah) ingin membangun/membangkitkan ekonomi atau membenahi sektor lain,
pemimpin harus melihat langsung kondisi riil di lapangan. Di tengah
keterbatasan anggaran saat ini, kehadiran langsung pemimpin sangat krusial agar
"resep obat" atau kebijakan yang dikeluarkan memiliki presisi tinggi
- tepat dan teliti - dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
*Membalik Bulian Menjadi Kerja Nyata
Kita tentu
ingat masa-masa kampanye lalu. Ketika Bapak Mathius D. Fakhiri turun langsung
dari kampung ke kampung, banyak pihak yang mengejek, mem-bully, bahkan menghina
aktivitas tersebut sebagai sekadar pencitraan politik.
Namun hari ini, waktu membuktikan bahwa semua sinisme itu keliru. Dengan cara yang indah, agung, dan elegan, Beliau membalikkan setiap umpatan menjadi kerja nyata. Beliau kembali ke kampung-kampung bukan lagi untuk berkampanye, melainkan untuk memastikan situasi sesungguhnya yang dihadapi oleh masyarakat.
Beliau
memilih mengerahkan panca inderanya secara langsung di hadapan rakyat.
Mengunjungi distrik demi distrik di seluruh Papua bersama jajaran perangkat
daerah. Beliau sejatinya bisa saja duduk manis di kantor dan menerima laporan
normatif dari SKPD atau pemerintah kabupaten/kota yang mengurus teknis
sektoral. Namun, Beliau menolak pola kepemimpinan di balik meja. Beliau memilih
untuk melihat, mendengar, menyentuh, dan merasakan langsung apa yang menjadi
keluhan masyarakat, serta memetakan potensi daerah yang masih
"tertidur" agar dapat dioptimalkan.
*Kepemimpinan Berbasis Kampung sebagai Teladan
Gaya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Gubernur Fakhiri menjadi satu model yg baiknya di tiru oleh kepala daerah lain di Tanah Papua. Kita punya masalah besar - keterbatasan anggaran, kemahalan, akses yg sangat sulit karena medan yang berat, kondisi geografis yang unik jadi jika ingin merumuskan program dan kebijakan yang susuai kebutuhan dapat menjawab inti masalah, belajarlah dari cara Beliau: datang, liat, dengar, rasakan semua yang dihadapi atau digumuli oleh masyarakat bawah di distrik hingga yang ada di kampung-kampung.
Dari sana tong tra usah baku kejar cari penghargaan menjadi pemimpin tersukses, terbaik dll. Kesuksesan seorang pemimpin itu nanti nanti disna eee....
Kesuksesan sejati tidak diukur dari angka-angka yang diumumkan oleh pusat data statistik yang bersifat sementara. Keberhasilan sejati tercermin dari bagaimana rakyat tetap
membicarakan kebaikan dan dampak kepemimpinanmu, bahkan bertahun-tahun setelah
kamu tidak lagi menjabat sebagai pemimpin. Thats the point.
Tuhan
sertai dan jaga Bapa Gubernur dan Wakil Gubernur Papua - serta jg seluruh
kepala daerah lainya di Tanah Papua. Amin..
Salam,




Luar biasa Bung Benyamin Gurik... Gaya Kepemimpinan Sang MDF bisa menginspirasi generasi muda Papua... Sy doakan Bung BG dpt memimpin Papua suatu saat. Tuhan Memberkati Tanah Papua beserta Jiwa² Yg hidup di Tanah Perjanjian ini. (RVR)
BalasHapus