Memimpin Papua Dengan Data, Bukan Insting

Menghadirkan Wajah Pemimpin di Hadapan Masalah:  Belajar Dari Gaya Kepemimpinan Komjen Pol. (Purn.) Mathius D. Fakhiri -  O leh:  Gurik Benyamin D alam ilmu kebijakan publik, seorang kepala daerah dituntut untuk merumuskan kebijakan yang tepat, terukur, dan berbasis data riil  (evidence-based policy) . Kebijakan publik tidak boleh lahir hanya dari intuisi sesaat atau dorongan insting politik semata. Ia harus melalui proses ilmiah, legal, terstruktur, dan sistematis bersumber dari data riil di lapangan. Agar setiap program kerja tepat sasaran, pemimpin harus mampu mengidentifikasi akar masalah dengan presisi tinggi secara langsung, lalu mengintegrasikannya ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Jika seorang kepala daerah hanya memilih duduk di ruang ber-AC dan menerima laporan di balik meja, program yang disusun rawan keliru, bias, bahkan melenceng dari kebutuhan nyata masyarakat. *Analogi Dokter dan Pasien: Mengapa Pemimpin Harus Hadir? Sebuah analo...