Saya Masih Waras! Menolak sikap saling Mem'Pendatang'kan Sesama OAP dengan sebutan Pendatang/bukan Orang Asli diseluruh Wilayah ADAT Papua [Sorong - Samarai]
. Tulisan ini saya buat untuk menjawab beberapa pertanyaan/sorotan yang ditujukan kepada saya beberapa waktu kemarin ketika saya dilibatkan oleh Masyarakat Adat kabupaten Keerom melalui Dewan Adat Keerom guna memperjuangkan pelantikan wakil bupati Kabupaten Keerom yang mengalami penundaan hampir setahun lebih. Sebagian narasi saya juga disini mengungkapkan keprihatinan saya akan adanya pergeseran persepsi diantara kalangan aktivis pemuda Papua, khususnya aktivis pemuda (bukan yang bergelut dengan perjuangan politik Papua) ketika bicara persatuan ke’Papua’an saat ini. Selain hal diatas, diawal sini saya juga perlu sampaikan bahwa saya menulis ini bukan untuk menyerang atau untuk membangun sebuah permusuhan dengan saudara-saudara kita yang datang dari luar Papua (pendatang), tetapi saya lebih kepada upaya mengingatkan kita semua agar dapat berpikir dan bertindak sopan, saling menghormati antara sesama Papua (OAP-pemilik tanah Air Papua), sesama Pendatang (N...