Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Duka Yang Tidak Perlu di Papua.

Gambar
"Janda Yatim Yang Terpaksa Dan Kenangan Manis Tentang Orang Maluku di Papua dahulu" Oleh: Gurik Benyamin Malam yang tragis.   Bingung mo bilang apa deng kasus kebiadaban yg mereka lakukan terhadap anda sobat. Malam itu anda pasti sangat terkejut di hadang oleh sekelompok masa yang buas, brutal, kejam dan liar. Masa yang menuntut balas secara membabi buta. Masa yang kejahatannya seperti di benarkan aparat kepolisian yang diam ketika melihat engkau di keroyok dan dianiaya seorang diri tanpa perlawanan hingga engkau menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan dunia untuk selamanya di tangan mereka. Darahmu tertumpah di tanah pusaka mu. Engkau saya dan kita semua kelompok masyarakat Papua yang di kejar malam itu dibuat seolah sedang hidup di negeri orang. Kita benar-benar seperti tidak berdaya. Caci maki suara mereka yg menggema memecah kesunyian malam itu masih teringat di hati kami hingga saat ini. Engkaupun pasti mendengarnya sebelum nafas terakhir kehidupan e...

Harapan dan Jawaban Jokowi terhadap Suara Rakyat Papua.

Refleksi Kritis menanggapi kunjungan Jokowi di Papua 3 Tahun Kepemimpinan (2014/2017) Dalam sejarah Kepemimpinan Presiden RI,  baru di masa pemerintahan Bapak Ir. H. Joko Widodo sebagai presiden,  orang Papua hampir setiap tahun kurang lebih tiga kali  dapat menjumpai presiden secara langsung.  Kehadiran Bapak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia di Papua tiga kali dalam setiap tahun ini sebenarnya patut di apresiasi karena bagaimanapun hanya beliaulah Presiden RI yang tiap tahun pasti menyisihkan waktu mengunjungi Papua dan melihat secara langsung kondisi riil kehidupan dan pembangunan yang dilaksanakan di Tanah Papua. Sejak dilantik sebagai presiden RI tahun 2014 silam hingga saat ini kurang lebih beliau sudah enam  kali mengunjungi Papua untuk; Memenuhi janji-janji yang pernah diucapkan dihadapan rakyat Papua ketika kampanye Pilpres tahun 2014 lalu yang mana ia sendiri mengatakan akan sering mengunjungi Papua kalau terpilih menjadi Presiden RI. Yan...

Tanggapan Untuk Pembela Ahok di Papua

Benar bahwa, yang Ahok alami kemarin sudah dialami oleh orang Papua puluhan tahun lalu. Tidak ada 10 apalagi 100 atau 1000 lilin dan karangan bunga utk  ratusan ribu orang Papua yg di tangkap dan dihukum dan dibunuh secara tidak adil karena mempertahankan tanah airnya. Tidak ada solidaritas bahkan dari keluarga kita sendiri yg mati karena dibuNuh aparat militer pemerintah RI di Papua. Kita bahkan kadang menyangkal sanak kita yg mati dibunuh hanya karena tuduhan dan stigma yg dibangun aparat militer. Ketakutan kita pada tuduhan terlibat atau bagian dari  membuat kita buta kalau kematian saudara kita bukan karena vonis hukuman mati pengadilan di tempat2 mewah. Saudara kita mati karena stigma dan tuduhan tanpa putusan hakim. Saudara kita diburu dan dibunuh seperti binatang buruan. Yah! Sang pemburu mendapatkan penghargaannya dan kita menyangkal sakit dan duka karena kehilangan. Menyangkal berhubungan darah dgn mereka yg kena stigma  kadang kita lakukan hanya utk mem...

KNPI oh KNPI

Kegelisahan Yang Menyiksa Di akhir malam 04-05-17 Saya ada disini karena sebuah Mimpi, cita-cita, harapan dan hasrat yang menggebu . Membangun kesadaran setiap orang Papua terhadap ancaman dan peluang, Menggalang persatuan dan memperjuangkan penegakan Harkat dan Martabat Bangsa Papua serta untuk mengobarkan gerakan persatuan Papua Merealisasikan semangat perubahan merupakan salah satu cita-cita utama saya bergabung dengan wadah ini. Ringkasnya kehadiran saya disini karena kesadaran bahwa;