KNPI oh KNPI
Kegelisahan
Yang Menyiksa Di akhir malam 04-05-17
Saya
ada disini karena sebuah Mimpi, cita-cita, harapan dan hasrat yang menggebu.
Membangun kesadaran
setiap orang Papua terhadap ancaman dan peluang, Menggalang persatuan dan memperjuangkan
penegakan Harkat dan Martabat Bangsa Papua serta untuk mengobarkan gerakan
persatuan Papua Merealisasikan semangat perubahan merupakan salah satu
cita-cita utama saya bergabung dengan wadah ini.
- Bangsa Papua adalah bangsa yang baru mengenal peradaban belum lebih dari setengah Abad.
- Bahwa Kemajuan peradaban bangsa-bangsa lain dalan bingkai NKRI telah dilalui melalui satu bahkan lebih abad.
- Bahwa Bangsa Papua butuh beberapa lompatan jauh untuk dapat menyesuaikan diri dengan daerah dan bangsa lain di NKRI agar setara.
- Bahwa tantangan terberat bangsa Papua adalah menghadapi pesatnya kemajuan IPTEK.
- Bahwa butuh adanya wadah sebagai wadah keberhimpunan pemuda adalah sebuah wadah yang sangat strategis dan tepat untuk memulai dan mengerakan setiap
- Bahwa tantangan lain adalah menjaga kelesatarian budaya dan lingkungan hidup di tanah Bangsa Papua
- Bahwa Globalisasi, MEA dan atau Pasar Besar adalah Realitas yang harus di hadapi.
- Bahwa Kejahatan terhadap Kemanusiaan, Budaya Korupsi, serta bobrok dan berbelitnya pelayanan pemerintahan harus di perbaiki.
Sa hadir di sana
untuk itu tapi sa merasa seperti tersesat.
Sa merasa tersesat
karena ternyata tempat yang sa anggap tepat dan trategis untuk memulai atau
melaksanakan sejumlah mimpi, cita-cita dan harapan itu telah tercemar. Beberapa
oknum yang berkecimpung dalam wadah itu dan memiliki posisi strategis diatas
saya adalah pribadi yang memiliki karakter bertentangan atau bahkan berlawanan
dengan harapan saya semula untuk berkecimpung di wadah ini.
Cita-cita awal
didirikannya wadah ini telah bergeser. Semula untuk melatih, mempersiapkan dan
mengkonsolidasi pemuda mengawal pembangunan kaum proletar, kini telah bergeser
menjadi batu loncatan, wadah mencari nafkah, merusak pluraslime dan bahkan
untuk mempertahankan kenyamanan.
Wadah ini telah
dimanfaatkan oleh ASN/OPD kehilangan jabatan untuk mendapatkan jabatan,
Pengurus Parpol untuk mendapatkan posisi, dan pengusaha untuk mendapatkan
proyek. Organisasi Mahasiswa Cipayung yang adalah pendiri Organisasi ini harus
menadah kepada mereka untuk mendapatkan posisi. Mereka lupa kalau wadah ini
lahir atas kesepakatan mereka. Sayang.......
Melalui kesempatan
ini saya ingin menyampaikan bahwa harus ada kesadaran. Kesadaran itu dimulai
dari setiap orang yang memimpin organisasi yang berhimpun dalam Wadah ini. Kesadaran
itu harus di lanjutkan dengan sejumlah
langkah konkrit. Kita harusnya sadar bahwa wadah ini bukan tempat bagi kelompok
pengejar jabatan di ASN/OPD, Parpol atau pencari Proyek. Wadah ini untuk
mempersiapkan orang, membentuk karakter, dan membangun peradaban.
Kita harus
membangun kesepakatan ulang untuk itu. ASN, Pengurus Parpol dan pengusaha yang
terlibat dalam wadah ini harus tunduk dan hormat terhadap cita-cita luhur
didirikanya wadah ini. Mereka juga harus kita dukung kalau memiliki komitmen
dan kerja untuk mewariskan nilai-nilai ini.
Saya mau
berkecimpung di wadah ini karena sebuah Mimpi, cita-cita, harapan dan hasrat
yang menggebu dalam KNPI....!!!
Yah, Ini soal KNPI
kawan.
Soal idealisme organisasi
yang dirusak oleh banyak oknum dalam wadah KNPI
Ungakapan hati ini
buat;
Seluruh Pimpinan
OKP terutama Cipayung;
1.
Nasrul
(Ketua Badko HMI Tanah Papua)
2.
Ketua
Korwil GMKI
3.
PMKRI
4.
Raymond
Karubaba (Koda GMNI Tanah Papua)
5.
Sehan
Hanubun (Ketua PMII Tanah Papua)
6.
Lamuji
(Perwakilan Pemuda Muhdamadiyah)
***
Penulis;
Benyamin Gurik _
(Mantan Ketua BEM UNCEN tahun 2011)
Wakil Ketua KNPI
Prov. Papua periode 2014/2017
Karateker Ketua
KNPI Kota Jayapura 2015-2017
Kordinator KNPI
Papua Wilayah Lapago II 2014/2017
Komentar
Posting Komentar