Refleksi POSISI SEMINAR NASIONAL DALAM KONGRES PERDANA ALUMNI UNCEN 2019. || Jayapura/14/12/2019
Otsus (Otonomi Khusus) sebentar lagi mau
berakhir, tong masih bergumul atau tepatnya lagi belum berhasil benahi lembaga
pendidikan yang maju, berkualitas dan didalamnya memiliki tenaga pendidik (dosen) yg minimal
berpendidikan S-3, atau masalah lagi tentang tenaga dokter spesialis yg
mencukupi kebutuhan pelayanan kesahatan di Papua atau lain lagi menghadirkan
laboratorium-laboratorium berstandar terbaik dan lain-lain sebagainya. Melihat situasi ini, Pertanyaan
penting yg perlu kita refleksikan adalah KAPAN, DIMANA dan SIAPA yg harus memulai
untuk berfikir dan mengurus semua masalah itu...?
KAPAN....???? Kapan kita
mulai berfikir dan bertindak untuk mengurus masalah yg sa sebut diatas? Kapan
kita menciptakan tenaga pendidik berkualitas, kapan tong bangun laboratorium
berstandar nasional atau bahkan Internasional? Kapan tong mau adakan/lahirkan
dokter-dokter umum dan spesialis yg memadai untuk memenuhi kebutuhan kesehatan
di Papua? Dari pertanyaan² ini saya ingin membawa kita pada sebuah pertanyaan berikut yang perlu kita refleksikan yakni; dimana?
DIMANA....???? Pertanyaan dimana ini jelas menujuk pada
lokasi/tempat. Lokasi yang mudah diakses, Tempat yg fasilitasnya memadai, yang
memenuhi standar minimal dan dapat dengan
mudah diakses oleh orang Papua dari
berbagai golongan ekonomi untuk
menciptakan SDM yang berkualitas di bidang pendidikan, kesehatan,
infrastruktur, ekonomi dan pembangunan di segala sektor. Kita akan menciptakan
ketergantungan berkelanjutan dan
Pemborosan berlebihan yang tidak perlu dari generasi ke generasi, ketika tempat
memadai dan mudah diakses oleh orang
Papua yang mayoritas berpenghasilan
rendah tidak kita benahi atau kita bangun. Tempat dimaksud adalah lembaga
pendidikan. Lembaga pendidikan adalah satu-satunya tempat dimuka bumi yg
diperlukan guna menciptakan SDM yang berkualitas untuk kebutuhan pembangunan di
segala sector kehidupan masyarakat.
Kita belum memiliki dokter specialis atau dokter umum yang cukup, kita
juga masih bergumul dengan ketersediaan dosen-dosen berpendidikan Doktor (S-3)
dari diberbagai disipilin ilmu - atau bahkan prosesor. Kita mau menciptakan SDM
unggul yang siap pakai menjawab kebutuhan pembangunan, tempatnya adalah lembaga
pendidikan. Dan supaya murah, menguntungkan dalam jangka panjang serta mudah
diakses oleh masyarakat dari berbagai strata, lembaga tersebut harus ada dan
berdiri di tempat dimana masyarakat itu berada. Kalau bukan Papua maksud saya
dimana lagi? Kita harus robah cara berfikir bahwa, pendidikan berkualitas untuk
menciptakan SDM unggul itu hanya bisa diluar dari Papua. Ini cara berfikir sesat
yang di rawat eĺite Papua sampai-sampai mereka abai memperhatikan dan mengurus
lembaga-lembaga pendidikan di tanah
Papua untuk tujuan kebaikan semesta masyarakat Papua untuk turun temurun.
Jika ingin menciptakan SDM unggul
kita keliru kalau berfikir mengirim orang keluar itu solusi dalam jangka
panjang. Kebijakan ini justeru menyebabkan pemborosan terbesar yang akhirnya juga
menciptakan ketergantungan dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi.
Kita boroskan banyak uang untuk menguntungkan daerah-daerah dimana anak-anak
Papua dikirim untuk menempuh pendidikan. Dalam jangka panjang, kita telah
menciptakan satu siklus pemborosan dan ketergantungan yang pada akhirnya menyebabkan
rakyat Papua akan semakin sulit memiliki lembaga pendidikan berkualitas dan
memadai yang mudah di akses di tanah Papua. Lantas siapa?
SIAPA.....?? Berikut ini
saya ingin mengajak kita untuk berfikir siapa yg harus mulai melakukan atau
mengadakan atau juga berfikir dan membuat rencana untuk membangun atau
membenahi lembaga pendidikan di Papua diatas agar memenuhi standar nasional
indonesia? Siapa yg harus menciptakan tenaga pengajar pendidikan tinggi yg
minimal lulusan doktor (S-3) agar bisa menciptakan SDM unggul diberbagai sektor
jurusan lewat lembaga pendidikan diatas? SIAPA sobat......?????
POSISI SEMINAR NASIONAL DALAM
KONGRES PERDANA ALUMNI UNCEN MENYIKAPI MASALAH INI.
Kapan, dimana dan siapa yang harus memulai melakukan pembenahan,
dimana melakukanya, kapan
memulainya dan lain sebagainya ini merupakan salah
satu alasan mengapa di moment Kongres Perdana Alumni Uncen ini kami hadirkan
kegiatan “Seminar Nasional” diawal dengan mengangkat tema; “Bersatu, Bersinergi
Dukung Uncen Bangun SDM Papua.”
Agenda utama kami adalah Kongres Alumni untuk membentuk wadah berhimpun
alumni Universitas Cenderawasih, menyusun AD/ART organisasi dan memilih serta
menetapkan badan pengurus alumni saja awalnya. Namun melihat masalah
pembangunan/pembenahan fasilitas pencetak SDM Unggul didalam Tanah Papua yang
seolah jalan ditempat tatkala Otsus
sudah akan berakhir, kami merasa terpanggil mengetengahkan diskusi mendalam dan
meluas dikalangan alumni agar kembali melihat masalah pembangunan SDM sebagai
sebuah prioritas yang perlu didengungkan ulang.
Kami merasa semua komponen tidak saja pemerintah, semua stockholder harus
terlibat. Dan untuk itu dimoment ini kami harapkan seluruh alumni, terutama
yang telah berkiprah di berbagai instansi pemerintah di tanah Papua Bersatu dan
Bersinergi mendukung UNCEN membangun SDM Papua yang unggul, dimulai dengan mendukung
pembenahan almamater Universitas Cenderawasih agar menjadi barometer pengembangan
institusi pendidikan, khususnya yang bertugas mempersiapkan SDM unggul dan
lembaga riset lainya di tanah Papua. Uncen yang tua, uncen yang harus mulai
duluan.
Mari Bersatu dan Bersinergi
Dukung Universitas Cenderawasih Menjadi Barometer Institusi Pembangunan SDM yang berkualitas di tanah Papua. Salam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Komentar
Posting Komentar