Dan karena itu, menurut saya, dari seluruh hari paling bersejarah, penting dan berharga yang dan perlu dirayakan, hari PI harusnya lebih di hormati dan di rayakan secara meriah dan berkesan di seluruh pelosok tanah Papua daripada hari raya manapun di tanah Papua.
__________________
Sekedar Catatan untuk Refleksi || Jayapura 5 Februari 2022 – [Oleh : Benyamin Gurik - Wakil Ketua DPD KNPI Papua]
_________________
Tanpa 5 Februari 167 tahun yang lalu, Cerita perjalanan peradaban hidup bangsa Papua sebelum mengenal bangsa-bangsa lain ini pasti menjadi berbeda. Belum tentu kita menjadi bagian dari Indonesia, belum tentu Belanda, belum tentu Australia atau Amerika, dan belum tentu juga Papua Merdeka. Semua belum tentu pastinya. Satu yang pasti dan telah menjadi dasar sejarah peradaban bangsa Papua hingga kini adalah, satu setengah abad lebih 17 tahun lalu, kita telah mengenal Injil Kristus yang dimulai dari Mansinam. Dan karena itu, menurut saya, dari seluruh hari paling bersejarah, penting dan berharga yang dan perlu dirayakan, hari PI harusnya lebih di hormati dan di rayakan secara meriah dan berkesan di seluruh pelosok tanah Papua daripada hari raya manapun di tanah Papua.
Peringatan 5 Februari setiap tahun harusnya dibuat sangat meriah dan berkesan. Kenapa? Harus MERIAH dibanding hari raya manapun di Tanah Papua karena tenpa kehadiran para misionaris di Mansinam membawa Injil cerita tentang peradaban Papua tentu menjadi lain dan berbeda. kita belum tentu mengenal Kristus sebagai juruselamat dan kasihNya bagi umat manusia. Harus BERKESAN karena kita perlu mewariskan cerita sejarah dari waktu-ke waktu hingga ke anak cucu bahwa, tanah ini di temukan oleh Misionaris dan dimeteraikan dalam Injil. Dan karena injil ini, Tanah dan orang Papua terkenal di penjuru Nusantara karena Toleransi beragama yang luar biasa. Toleransi adalah salah satu masalah besar yang masih di gumuli di Negara ini. Dan untuk bagian ini, Papua harus berdiri di garda terdengan beralas Panji Kristus untuk menunjukan toleransi yang seharusnya dan sebenarnya seperti apa di bumi tanah nusantara Indonesia tercinta.
Karena Injil Kristus para misionaris pertama menginjakan kaki di tanah Papua. Karena Injil juga, mereka relakan diri dan siap menghadapi berbagai resiko yang mungkin terjadi, bahkan untuk kehilangan nyawa sekalipun. Dan sebagai bentuk penghargaan terhadap karya para Misionaris ini, Injil harus benar-benar jadi dasar pijakan setiap orang Papua. Terutama kita yang Nasrani, Injil harus jadi dasar dalam setiap aktivitas keseharian. Injil saja yang memungkinkan kita menjadi manusia beradab. Sa tra tau kalau yang temukan pulau ini pasukan tentara sekutu, pasukan Jepang dan atau pasukan Negara lainya. Mungkin tong semua jadi orang atheis atau komunis, mungkin semua terlatih sebagai pasukan militer kah apa? Hehe…. Itu mungkin dan tentu mungkin saja sih… hahah… Tanpa Injil, kitong mungkin su baku hajar antar suku sampai habis kah apa. Injil kasih Kristus saja yg buat kita liat manusia dengan model apapun dari suku dan kepercayaan manapun sebagai sesama yang harus dikasihi.
Hanya karena injil, kita yang hampir 300an suku bangsa di tanah Papua bisa hidup damai berdampingan sesama orang Papua asli. Hanya karena Injil juga kita dapat menerima saudara -saudara kita dari luar yang berbeda suku, bahasa etnis serta kepercayaan namun kini dapat hidup berdampingan dengan rukun damai. Hanya karena Injil, setiap pemeluk kepercayaan yang lain dapat dengan mudah membangun rumah ibadah serta menjalankan ajaran agamanya tanpa harus minta ijin RT/RW seperti mereka diluar, yang sudah mengenal peradaban ribuan tahun sebelum kita di Papua. Semua bisa terjadi demikian Hanya karena injil. Dan karena itu, cukup beralasan kedepan, HUT PI dirayakan lebih Meriah dan Berkesan melebihi perayaan hari raya manapun di tanah Papua.
Selamat HUT PI ke-167 Tanah Papua Tercinta.
Facebook : https://www.facebook.com/BENYAMIN.GURIK
Twiter :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar
Posting Komentar