Kopi hitam menjadi Nikmat karena ada campuran air, gula dan biji kopi yg sdh di hancurkan. Salah satu saja kurang atau lebih, tak mungkin bisa menjadi nikmat. Tanpa kopi, air dan gula tak ada arti. Tanpa air, bubuk kopi dan gula tak ada artinya. Salah satu diantara komponen ini lebih pun sama. Tak ada arti atau nilai sama sekali. Begitulah sebaliknya dan seterusnya.
Kopi tak dapat menepuk dada dan mengatakan kepada air dan gula bahwa, saya tidak butuh kalian walau yg disebut memang namanya. Tanpa air dan gula, bubuk kopi seharga miliaran rupiah seklipun tak ada nilainya. Begitupula Ayam Goreng atau Sayur Tumis kepada minyak, bawang, rica atau bumbu-bumbu lainya. Karena kenikmatan dan keindahan tercipta dan dirasa berasal dari kerjasama yg indah, harmonis, yg berpadu seimbang antar setiap komponen. Tidak ada yang dominan, apalagi salah satu berkurang, atau yg lainya memilih tidak berperan sama sekali. Setiap pihak harus seimbang atau setara agar nikmatnya benar-benar terasa. Inilah Kolaborasi.
Masing-masing komponen bersatu dalam cangkir, wajan atau panci dan membentuk pola rasa yg biasa kita cicip di lidah lalu otak memberikan respon soal asam, manis, pahit, enak, nikmat dll sebagainya. Kopi hitam, Lalapan Lele atau Sayur Tumis dll sebagainya didapat dari perpaduan zat yg berbeda-beda, tumbuh di alam yg lagi² tidak sama/berlainan. Ada yg di rawa, di kolam, di sungai, di laut, diladang bahkan di pegunungan dan lain sebagainya. Dan karena berbeda dan berperan saling melengkapi seimbang maka kelezatan dan atau kenikmatan tercipta. Inilah kolaborasi!
Refleksi yg dapat diambil dari catatan ini bahwa, kesempurnaan, kenikmatan, kekuatan atau juga soal kebesaran, kejayaan, kemakmuran dan bahkan termasuk utk kepemimpinan yg sukses serta berdampak, hanya dapat tercipta atau diciptakan melalui KOLABORASI. Melalui kolaborasi, setiap komponen saling mengisi, saling melengkapi dan juga saling bergantung. Perbedaan Suku, Agama, Ras atau Golongan adalah kekuatan yg dapat berkontribusi signifikan kalau kita melihatnya dari perspektif seperti yg di uraikan diatas.
Dan akhirnya, dapat disimpulkan disini bahwa, Kolaborasi adalah jalan tengah yg relevan dan kontekstual dengan situasi keberagaman di Papua dalam rangka mewujudkan atau meraih Kejayaan Pemuda.
Salam,
BG
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar
Posting Komentar