"S U R A T T E R B U K A"
Yth. Bapak/Gubernur/Bupati/Walikota
Se-Tanah Papua
(Mohon berikan waktu sedikit membaca curhatan kami ini, sebelum bapak/Ibu mengambil langkah kebijakan dan anggaran utk menangani virus Corona/Covid-19 di daerah masing². Terutama terkait dengan kemampuan penanganan Wabah Virus ini, Ketersediaan Tenaga Medis dan APD-nya, juga Alat Tes dan Obat²an, Termasuk Fasilitas Kesehatan Untuk Layanan Pasien Mengantisipasi Kemungkinan Terburuk Terjadi di Papua).
•••••••••••●☆●•••••••••
3 Bulan lalu kita dengar Virus baru yg dikenal dgn nama *Corona* di Wuhan China. Indonesia awalnya dingin menghadapi wabah virus ini dan kini justeru kewalahan menghadapinya. Kenapa? Karena sikap dingin, malas tau dan tidak sigap pemerintah sendiri. Dampaknya kita lihat kekurangan APD, pasien di pimpong, rumah sakit tidak siap, fasilitas tes dll tidak ada dan sebagainya.
Sekarang di Papua juga sama. 2 Maret lalu kita dengar Virus su ada di Jakarta tapi kita masih berdebat soal hal² remeh temeh. Padahal kondisi fasilitas/peralatan kesehatan kita dan tenaga medis adalah yg paling rendah di Indonesia. Juga kota tujuan paling banyak di kunjungi oleh orang dari Papua salah satunya jakarta. Tapi kita masih bergerak lambat.
Skrg...
Virus su ada di tanah kita, provinsi kita, kota/kabupaten kita bahkan rumah kita masing². Kita tidak tahu siapa saja yg sudah terpapar.
Yang parah dan sudah di tes kemarin baru hitungan jari. Yg sudah terpapar dan menularkan diluar sana belum terdeteksi dan jumlahnya pasti sudah melewati angka ratusan. Bahkan mungkin ribuan. Ditambah sosio kultur kita yg suka pegang tangan dari keluar pintu rumah sampe masuk pintu rumah setiap hari, jumlah orang yg sudah terpapar bukan tidak mungkin semakin luas dan tidak terkendali.
Disini saya hanya mau tanya; "Seberapa siap tenaga medis, peralatan, fasilitas yg bisa menunjang kalo besok ada 100 orang per hari datang dalam kondisi sekarat karena virus ini?
Ini baru 100an, kalo ribuan?
Trus 13 rumah sakit cukup?
Alat medis dan tenaga kesehatan cukup dan mampu?
Bapak/Ibu kepala daerah pasti tahu kekurangan ini karena selama ini bapak/ibu yg kami serahi kewenangan membuat kebijakan anggaran pembangunan di PAPUA.
Belum lagi pasien karena keluhan malaria, patah tulang, diabetes, jantung, paru² dll sebagainya. Sa takut kiamat datang lebih awal menjemput kita semua karena kelalaian kita semua bapak/bapak sekalian. Kemungkinan anak mudah² yg akan tersisa, itupun jika daya tahan tubuh kuat. Tapi di tengah situasi semua anak mudah menyaksikan sanak saudaranya mati dimana², Daya tahan tubuh yg berpengaruh karena emosi pasti drop. Kalo org meninggal sana sini, anak mudah yg daya tahan tubuh kuat sedih berlarut, itu sdh membuka ruang utk virus dapat membunuhnya segera. Benar² menakutkan jika benar² terjadi. Untuk itu mohon jadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan kebijakan anggaran dalam melawan wabah virus yg cukup mematikan ini.
Sekarang terlepas dari masalah diatas ini,
Kami minta perhatian khusus buat tenaga medis yg ada di garis depan dan sudah mulai bertugas minggu lalu menangani pasien dari PDP corona nih. Saya minta maaf, sumber info ini dari sosial media kalo tenaga medis kita kewalahan karena APD kurang, bahkan ada yg menyampaikan sdh habis. Tapi Karena panggilan profesi dan tanggungjawab harus merawat pasien dgn baik, beberapa tenaga medis pake APD diluar dari standar yg dikeluarkan atau diwajibkan oleh WHO untuk merawat pasien Corona. (Kebenaran info ini bapak ibu cek langsung ke kepala rumah sakit didaerah dimana bapak/ibu pimpin. Jangan tanya kepala dinas).
Soal kami tidak menyebut daerah mana dan rumah sakit mana, sa pikir semua rumah sakit sama. Ini virus baru, standar penanganan berbeda jelas ini akan jadi masalah baru bagi selurub rumah sakit pemerintah maupun swasta. Satu lagi bagi kami, Situasi kebijakan sosial distancing membuat kami patuhi degan baik sehingga kami tidak bisa keluar mengecek info ini secara detail. Tapi bapak/ibu jelas bisa.
"Bagaimana caranya?"
Tanpa mengurangi rasa hormat, ambil telpon skrg, hubungi pihak teknis terkait yg bertanggungjawab langsung terhadap masalah ini jika bapak/Ibu peduli dgn kesehatan masyarakat kita dan juga terutama tenaga medis kita yg berada di garis depan melawan musuh yg tidak bisa dilihat dgn mata telanjang ini.
Sekali lagi..., "ambil telpon skrg dan telpon langsung!" Kami masyarakat bawah tidak bisa pergi berobat di Jakarta, apalagi Luar negeri. Anda kami angkat untuk bangun fasilitas kesehatan terbaik tidak peduli bagaimana caranya. Juga lengkapi fasilitas kesehatan dengan peralatan terbaik dan berkualitas untuk menjamin kesehatan kami. Termasuk didalamnya tenaga medis.
Jangan pake alasan tidak ada uang, mekanisme anggaran, dan alasan² birokratis yg ruwet itu. Dalam kondisi kejadian luar biasa begini, kebijakan harus diambil skrg. Kalo bapak/ibu bingung cari sumber anggaran, bagaimana dengan kita masyarakat biasa...?
Kita justeru sangat bingung, bagaimana mungkin dari Otsus lahir kita selalu bilang kekurangan tenaga medis/guru itu sampai di ujung Otsus skrg ini kita masih bergumul dgn masalah yang sama? Ini tidak benar. Sungguh-Sungguh tidak benar...! Dalam kondisi normal kita sudah kekurangan tenaga medis baik dokter/perawat, juga peralatan dan obat²an, apalagi dalam kondisi kejadian wabah luar biasa begini.? kita bukanya kekurangan semua tapi akan berhadapan dengan situasi benar² sulit yg luar biasa.
Tenaga medis yg sangat sedikit di Papua ini harapan terakhir kita. APD itu alat untuk memastikan mereka dapat bertahan hidup terhindar dari wabah virus ini dan masih bisa menolong kita yang lain lagi. Peralatan medis,alat tes dan obat²an itu senjata pamungkas mereka untuk menolong kita. Penuhi kebutuhan itu segera....! Ini darurat.
Sebelum semuanya terlanjur, kami minta sekali lagi tolong perhatikan APD tenaga medis yg sa sebut diatas segera. Nyawa mereka benar² akan di dipertaruhkan luar biasa menghadapi virus ini. Jangan ada tenaga medis yg mati karena kelalaian dan kesalahan kita tidak lengkapi mereka dengan peralatan yg memadai sesuai standar WHO. Juga kt harus jaga keluarga mereka masing². Kita akan sangat berdosa ketika karena kelalaian kita menyediakan fasilitas pelindung diri bagi pahlawan kesehatan kita (tenaga medis) dengan peralatan kerja lengkap, mereka yg justeru jadi korban. Ini keterlaluan kalo terjadi.
Dan terakhir sa harap bapak/ibu kepala daerah yth.
Setelah membaca tulisan keluhan kami masyarakat kecil ini, bapak/ibu jelas memiliki kapasitas untuk mengadakan anggaran belanja untuk tujuan diatas, mohon yang terakhir kalinya sebelum kami akhiri curahan hati kami ini, "Ambil telpon dan hubungi nomor kontak yg bertanggungjawab di lapangan untuk mengecek ketersediaan APD bagi tenaga medis, peralatannya, obat²nanya secara detail sebelum membuat kebijakan anggaran melawan corona di Papua.
Yang terakhir saya sampaikan permohonan maaf jika cara penyampaian curhatan masyarakat kecil ini menyinggung perasaan bapak/ibu kepala daerah di tanah Papua. Termasuk pemilihan judul yg mungkin membuat kaget. Sebenarnya saya menulis judul seperti ini supaya membuat rasa penasaran saja. Termasuk tidak menyebut kota mana yg kurang atau bermasalah agar setiap daerah meningkatkan kewaspadaan saja.
Dari hati yg dalam, Kami tidak memusuhi bapak/ibu sekalian, saya harus jujur, mungkin saya yg tidak memiliki kemampuan menyampaikan masalah ini secara tertulis dengan pemilihan kata yg santun, terstruktur dan sistematis sehingga tulisan kami mungkin terlihat kasar dan tidak teratur. Semoga bisa di mengerti.
Demikian untuk diperhatikan, dan semoga jadi bahan masukan yg baik dalam penyusunan kebijakan anggaran menghadapi bahaya penyebaran virus Corona di Papua.
TUHAN MEMBERKATI BAPAK/IBU GUBERNUR DAN PARA BUPATI WALIKOTA SE TANAH PAPUA.
Jayapura, 24 Maret 2020
Salam hormat,
Benyamin Gurik
(Saya Bukan Pengamat/Pakar, saya Hanya Akrivis Pemuda pemerhati masalah² sosial Masyarakat di Papua)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar
Posting Komentar