Benyamin Gurik | Ketua KNPI Provinsi Papua | Tenang. Terukur. Berdampak.

Benyamin Gurik

Ketua KNPI Provinsi Papua

Berakar. Berkarya. Berdampak.
Blog Pribadi Benyamin Gurik

Kepemimpinan Pemuda Papua yang Tenang, Terukur, dan Berdampak

Blog ini menjadi ruang catatan, gagasan, refleksi, dan gerakan Benyamin Gurik dalam mendorong pemuda Papua agar bersatu, berdaya, berkarya, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia.

Personal Branding

Arah Karakter Benyamin Gurik

Branding pribadi ini dibangun bukan untuk pencitraan kosong, tetapi untuk menunjukkan karakter kepemimpinan yang berakar pada Papua, bekerja secara terukur, dan menghadirkan manfaat.

Tenang

Hadir sebagai figur muda yang tidak gaduh, tidak reaksioner, tetapi mampu membaca keadaan dengan kepala dingin dan hati jernih.

Terukur

Mengutamakan gagasan, data, strategi, program, dan arah kerja yang jelas dalam membangun pemuda Papua.

Berdampak

Mendorong setiap gagasan dan gerakan agar memberi manfaat nyata bagi pemuda, masyarakat, dan masa depan Papua.

Menyatukan

Membangun jembatan antara pemuda, OKP, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh kekuatan sosial Papua.

Memimpin Papua Dengan Data, Bukan Insting

Menghadirkan Wajah Pemimpin di Hadapan Masalah: Belajar Dari Gaya Kepemimpinan Komjen Pol. (Purn.) Mathius D. Fakhiri - Oleh:  Gurik Benyamin

Dalam ilmu kebijakan publik, seorang kepala daerah dituntut untuk merumuskan kebijakan yang tepat, terukur, dan berbasis data riil (evidence-based policy). Kebijakan publik tidak boleh lahir hanya dari intuisi sesaat atau dorongan insting politik semata. Ia harus melalui proses ilmiah, legal, terstruktur, dan sistematis bersumber dari data riil di lapangan.

Agar setiap program kerja tepat sasaran, pemimpin harus mampu mengidentifikasi akar masalah dengan presisi tinggi secara langsung, lalu mengintegrasikannya ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Jika seorang kepala daerah hanya memilih duduk di ruang ber-AC dan menerima laporan di balik meja, program yang disusun rawan keliru, bias, bahkan melenceng dari kebutuhan nyata masyarakat.

*Analogi Dokter dan Pasien: Mengapa Pemimpin Harus Hadir?

Sebuah analogi sederhana: "Ko sakit batuk, tidak mungkin ko kirim orang lain pergi ke dokter untuk
minta obat toh?"
Dokter mungkin saja menitipkan obat melalui orang tersebut, tetapi belum tentu obat itu menyembuhkan. Supaya pulih/sembuh, pasien dan dokter harus bertemu langsung. Dokter perlu melihat wajah pasien, berdialog tentang gejala yang dirasakan, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Melalui pertemuan langsung itu, dokter bisa menganalisis apakah batuk tersebut hanya batuk biasa, atau jang sampe bagian dari gejala paru-paru basah atau TBC. Intinya, wajah pasien dan wajah dokter harus bertemu.

Demikian pula sa pikir dalam konteks pembangunan di Papua. Dokter nih ibarat gubernur atau bupati, sedangkan pasien adalah masalah pembangunan. Jika pemimpin (kepala daerah) ingin membangun/membangkitkan ekonomi atau membenahi sektor lain, pemimpin harus melihat langsung kondisi riil di lapangan. Di tengah keterbatasan anggaran saat ini, kehadiran langsung pemimpin sangat krusial agar "resep obat" atau kebijakan yang dikeluarkan memiliki presisi tinggi - tepat dan teliti - dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

*Membalik Bulian Menjadi Kerja Nyata

Kita tentu ingat masa-masa kampanye lalu. Ketika Bapak Mathius D. Fakhiri turun langsung dari kampung ke kampung, banyak pihak yang mengejek, mem-bully, bahkan menghina aktivitas tersebut sebagai sekadar pencitraan politik.

Namun hari ini, waktu membuktikan bahwa semua sinisme itu keliru. Dengan cara yang indah, agung, dan elegan, Beliau membalikkan setiap umpatan menjadi kerja nyata. Beliau kembali ke kampung-kampung bukan lagi untuk berkampanye, melainkan untuk memastikan situasi sesungguhnya yang dihadapi oleh masyarakat.

Beliau memilih mengerahkan panca inderanya secara langsung di hadapan rakyat. Mengunjungi distrik demi distrik di seluruh Papua bersama jajaran perangkat daerah. Beliau sejatinya bisa saja duduk manis di kantor dan menerima laporan normatif dari SKPD atau pemerintah kabupaten/kota yang mengurus teknis sektoral. Namun, Beliau menolak pola kepemimpinan di balik meja. Beliau memilih untuk melihat, mendengar, menyentuh, dan merasakan langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat, serta memetakan potensi daerah yang masih "tertidur" agar dapat dioptimalkan.

*Kepemimpinan Berbasis Kampung sebagai Teladan

Gaya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Gubernur Fakhiri menjadi satu model yg baiknya di tiru oleh kepala daerah lain di Tanah Papua. Kita punya masalah besar - keterbatasan anggaran, kemahalan, akses yg sangat sulit karena medan yang berat, kondisi geografis yang unik jadi jika ingin merumuskan program dan kebijakan yang susuai kebutuhan dapat menjawab inti masalah, belajarlah dari cara Beliau: datang, liat, dengar, rasakan semua yang dihadapi atau digumuli oleh masyarakat bawah di distrik hingga yang ada di kampung-kampung.

Dari sana tong tra usah baku kejar cari penghargaan menjadi pemimpin tersukses, terbaik dll.  Kesuksesan seorang pemimpin itu nanti nanti disna eee.... Kesuksesan sejati tidak diukur dari angka-angka yang diumumkan oleh pusat data statistik yang  bersifat sementara. Keberhasilan sejati tercermin dari bagaimana rakyat tetap membicarakan kebaikan dan dampak kepemimpinanmu, bahkan bertahun-tahun setelah kamu tidak lagi menjabat sebagai pemimpin. Thats the point.

Tuhan sertai dan jaga Bapa Gubernur dan Wakil Gubernur Papua - serta jg seluruh kepala daerah lainya di Tanah Papua. Amin..

Salam,

Benyamin Gurik

 

Peta Politik Nasional Berubah, Mathius Fakhiri & Aryoko Rumaropen Layak Pimpin Papua saat ini.

Temukan alasan singkat, kenapa bukan BTM, Kenapa Rakyat Papua harus dukung Mathius Fakhiri & Aryoko Rumaropen untuk Pimpin Papua saat ini. 

(Oleh : Benyamin Gurik - Aktivis Pemuda)

Sy datang dari latarbelakang aktivis di berbagai orgnss mulai dari kampus dulu sebagai ketua BEM UNCEN, pernah jadi ketua karateker KNPI di beberapa Kabupaten/ termasuk Kota Jayapura  hingga skrg sebagai ketua DPD KNPI Provinsi PAPUA, sy  mengenal cukup baik siapa kedua kandidat Calon Gubernur Papua hari ini bapak Mathius Fakhiri maupun Benhur Tomi Mano. 

Kenapa sampai saya lebih memilih, juga mengajak masyarakat Papua mendukung bapak Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen? Jelas karena kedua sosok ink  merupakan orang yg pantas pimpin provinsi Papua ini.  Ini bukan  krn sebatas  euforia, karena dapat materi,  karena kedekatan keluarga dll sebagainya.  Saya mendukung beliau dalam kapasitas saya sebagai aktivis maupun sebagai pribadi sekaligus sebagai pengurus salah satu partai politik, terlepas dari jabatan ketua KNPI krn alasan mendasar yakni karena alasan KEPENTINGAN PEMBANGUNAN Masyarakat dan wilayah Provinsi Papua tercinta ini. Itu saja..!✌️

Klo ditanya kenapa tidak ke BTM?
Sa harus terbuka, pertama, saya tidak punya masalah atau konflik apapun dengan bapak BTM. Sy pernah punya hubungan cukup baik dan dekat  dengan beliau. Saat periode pertama dan kedua beliau maju, saya masih aktivis mhs di Uncen dan kami bagian dari Tim yg pernah bergerak di mobilisasi oleh senior² kami untuk mendukung beliau. Saat sy sebagai ketua karateker KNPI Kota Jayapura jg, saya harus akui, kami di terima dan didukung cukup baik juga oleh beliau sebagai walikota saat itu. Singkatnya sa harus akui,  Beliau salah satu org baik dari Port Numbay yg saya pernah kenal. Beliau layak menjadi pemimpin Papua namun bukan disaat ini. Skali lagi Beliau layak pimpin Papua tapi bukan disaat pemilu Gubernur tahun 2024 ini,  T.I.T.I.K..! 

Peta politik Nasional sdh berubah. Kondisi pemerintahan di pusat sdh berubah dan hari ini terlalu beresiko jika kita memaksakan (BTM-YES), duo kader partai oposisi yg berlawanan dengan pemerintah memimpin daerah karena 700an ribu rakyat Papua, termasuk berbagai inovasi untuk  pembangunan akan berjalan ditempat bahkan bisa stagnan. Tidak usah bicara tambahan alokasi dll utk pembiayaan pembangunan, itu terlalu berat. Kementrian dan lembaga sudah berubah ikut koalisi pemerintah hari ini. Sa bicara ini kenyataanya nanti kalau kita berkaca dari pengalaman yg ada di Indonesia. Ko bisa tidak suka dengan sa pu pendapat  yg sa sebut diatas  tapi ko tra bisa tolak pengalaman dan kenyataan itu akan terjadi lagi. Ini negara indonesa bro! Siapa yg berkuasa, dia yg berjaya. Seluruh lawan politik kalo tra bisa di kalahkan, pasti di lemahkan. 

Satu contoh kasus paling telanjang depan biji mata kita di papua kemarin ini, Lihat saja kasus Lukas Enembe dengan demokratnya paskah PDIP Berkuasa di pusat dan Demokrat Oposisi. Saat itu negara dengan berbagai alat kekuasaanya menggunakan berbagai cara untuk berusaha menggagalkan alm. Lukas Enembe menjadi gubenur periode ke dua, tapi karena ketokohan atau kefiguranya yg cukup kuat dan dekat di hati masyarakat, negara selalu gagal mencekal beliau. Akibatnya, pasca terpilih periode kedua, kader² demokrat yg Lukas Enembe pernah urus jadi bupati di berbagai daerah lompat slamatkan diri sana sini dengan pindah Partai yg koalisi dengan pemerintah di pusat. Sa tra usah sebut dong nama tapi kam taulah yg cari selamat deng pindah partai. Yg tra pindah masuk penjara kayak kk RHP bupati Mamteng. 

Alm. LE yg plin-plan tentukan arah politik di akhir jabatan di periode kedua, juga krn beliau tolak tawaran partai penguasa agar pindah partai,  akhirnya harus di eksekusi paksa tepat di hari ulang tahun partai politik penguasa saat itu. Seluruh usulan kebijakan Pembangunan untuk perlindungan dan Kesejahteraan Orang Papua  yg Lukas Enembe ajukan semasa kepemimpinanya sebagai Gubernur, dari periode Pertama hingga terakhir, selalu mentok di berbagai kementrian dan lembaga yg mayoritas di kuasai koalisi penguasa. 

Lalu saat ini arah angin su berubah di pusat. Yg berjaya dan bekuasa kemarin hari ini sedang berharap cemas bisa dapat  akses. Trus kamong orang Papua. Kira² kamong pu bargaining apa sampe negara ini bisa dengar kamong? Kira negara ini ada liat kamu krn org Tabi, Saireri, Lapago, Bomberai special begitu jadi biar kam berasal dari partai oposisi negara peduli...?  Atau mo pi jual isu papua merdeka lagi supaya dapa alokasi? 

Kubur dong pu hawa nafsu kekuasaan dan Egoisme busuk itu atau pembangunan Papua besok berjalan stagnan, tidak ada inovasi, apalagi tambahan alolaksi untuk bangun 700 ribuan penduduk Papua besok pu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur. Dana transfer pusat  skrg su berkurang. Ko mo lobi dana, ko butuh akses, kalo ko bukan kader partai penguasa, apalagi ko kader partai oposisi yg tidak ada org di kementrian dan lembaga, ko pu ego akan bikin hancur Tanah Papua. Negara tidak peduli ko asli Tabi kah, lapago kah bahkan kalo ada yg dari surga juga negara tra peduli yah... ini indonesia. Ko dari partai apa, ko pu siapa di pemerintahan yg berkuasa   baru mo bikin jago di daerah..? Lipat tangan, cuci kaki dan muka baru pi tidur tunggu  arah angin berubah di pusat.

Ini sedikit saja alasan kenapa sa bilang MDF-AR Siap dan  lebih layak Pimpin Papua utk saat demi kepentingan pembangunan Papua.

Maaf kalo sa bicara kasar. Sa pikir terlalu basa basi pake bahasa halus nanti lain hanyut. Sering² bicara kasar kas kaget org yg jalan dalam mimpi supaya tau kenyataan su berubah. 

Bersambung......

Gurik Benyamin
Rubrik Utama

Ruang Gagasan dan Inspirasi

Blog ini dirancang sebagai ruang baca yang menampilkan pemikiran, pengalaman, refleksi, dan arah gerakan kepemudaan Papua.

Mari Berkolaborasi untuk Pemuda Papua

Blog ini terbuka sebagai ruang komunikasi, gagasan, dan kolaborasi dengan pemuda, OKP, komunitas, masyarakat, pemerintah, kampus, gereja, dunia usaha, media, dan semua pihak yang ingin membangun masa depan Papua secara damai, produktif, dan bermartabat.

Hubungi Benyamin Gurik